The Falcon Saga

“When I Was Single.”

Kaget dan juga tersenyum saat mengetahui tema tulisan selanjutnya adalah “Single & Happy”. Saat membaca message pengumuman tema tersebut, saya masih sibuk dengan membereskan album-album foto lama milik Papa & Mama. Saya benar-benar merindukan mereka. Melihat-lihat foto mereka, menjadi pelipur lara. Terbesit sebuat ide untuk menyusun tulisan kali ini. Tapi tidak saat itu juga. Karena jam menunjukan pukul 00:05. Saya akan melanjutkan ide saya saat subuh datang.

Alarm menunjukan pukul 4:00 pagi. Itu waktu saya terbiasa bangun pagi, Berjalan menuju ke kamar mandi untuk mengambil wudhu lalu melaksanakan sholat malam dilanjutkan menagih doa-doa saya yang belum Allah SWT kabulkan. Adzan subuh pun terdengar. Saya enunggu beberapa saat dan melanjutkan sholat fajar dan kemudian di tutup dengan sholat subuh. Selesai sholat, saya meresa lapar. Saya pergi ke dapur untuk mengambil segelas air dan juga mengupas dan memotong mangga cengkir untuk awal sarapan saya. Sudan dua bulan ini saya mengganti kebiasaan sarapan yang diawali karbohidrat.

Sambil membaca novel “Daisy Fay and Miracle Man” karya Fannie Flag, saya menikmati menu sarapan awal saya. Setelah menghabiskan menu sarapan, saya melihat jam yang mana telah pukul 6:00. Saya mengambil handphone saya dan melakukan video call ke nomer favorite saya. Di sebrang sana, terlihat seorang wanita dengan pakaian joggingnya.

“Hallo sayang. Assalamu’alaikum. Tumben pagi-pagi banget VC Mama? Kakak lagi apa? Mama mau berangkat jogging ini.”

“Wa’alaikumussalam wr wb, Mama sayang. Aku baru selesai sarapan nih. Aku kangen Mama. Mama mau jogging? Jam berapa sampe rumah? Nanti aku VC lagi yah.” jawab saya.

“Mama juga kangen sayang. Rasanya mauuuuu buangeeeet mama lari ke kakak. Kasian Kakak disana sendirian. Sabar yah sayang. Begitu Simbah membaik dan bisa ditinggal, Mama pulang ketemu kakak. Nanti Mama masakin kesukaan kakak yah.”

“Iyah mah nggak apapa. Yaudah nanti aku VC lagi yah. Jam berapa? Aku ada kelas online jam 10. Mama jam 8 sudah sampe rumah khan?”

“Ok, nanti mama kabarin yah kalau sudah sampai rumah. Love you sayang.”

“Ok. Love you, too Ma. bye.”

Tanpa terasa, waktu menunjukan pukul 8:00. Saya melihat handphone teatapi tidak ada message masuk.. Saat mengnyemprotkan bodymist ke leher, handphone saya berdering. Tanda VC masuk dari Mama.
“Hallo Ma, assalamualaikum. Mama baru banget sampe?”

“Iyah mama baru ajah sampe. Ini tadi mama nemu jajanan kesukaan Kakak dipasar atas. Mama jadi tamnah kangen. Mama sambil makan ini yah, Mama laper.”

“Wiihh enak banget mah unti kelapanya. Beli di Mbok Yugiem yah?”

“Iyah, siapa lagi yang jual jajanan disana.”

“Mah, aku kangen denger cerita-cerita Mama nieh. Semalem aku  khan liat-liat album Mama sama Papa waktu masih kuliah dulu. Kalau foto-foto Papa khan kebanyakan foto-foto saat pentas theater, kalau mama khan banyaknya foto-foto pelesiran sama temen-temen. Mama dulu waktu kuliah jomblo yah? Happy nggak Mah? hihihi”

“Hahaha. Kok tiba-tiba tanya gitu?”

“Iyah, aku lagi mau bikin cerita tentang mama waktu masih single. Buat challenge menulis di blog selama 30 hari. Nah temanya tentang Single & Happy.” 

“Hmm… When I was single yah?” Tanya Mama.

“Dulu waktu Mama single, ngapain ajah biar ngerasa happy terus?”

Dan beliau pun melanjutkan ceritanya. Beliau bercerita saat menjadi single saat itu adalah waktu-waktu yang begitu menyenangkan untuk beliau. Beliau hanya mengenal kata “senang” dan “bersenang-senang”. Beliau sering kali berpergian bersama teman-temannya. Pergi ke Bromo, piknik ke kaliurang, pergi ke pantai, dan masih banyak hal lainnya yang dilakukan semasa itu.

Beliau mengungkapkan kebahagian dan keuntungan saat beliau single semasa kuliah, diantaranya, tidak ada batasan dengan siapa beliau pergi keluar, tidak merasakan sakitnya patah hati, jalan berdua dengan cowok mana saja yang mengajaknya keluar tanpa harus takut ada pacar yang marah dan masih banyak lagi. Beliau bilang, ingin sekali kembali ke masa-masa itu. Dan sekarangpun beliau mendapat kesempatan itu kembali. Walaupun ada rasa yang hilang karena kehilangan Papa, pria yang begitu Mama cintai dan sayangi.

 

4 thoughts on ““When I Was Single.””

  1. Iya bener banget. Single itu emang masa paling hepi, haha
    Kalau udah nikah, mau jalan aja harus mikir dulu. Banyak yang harus diurus. Terutama kerempongan anak-anak. Haha
    Aku juga pengin mengulang masa single yang bisa suka-suka 🙂

    1. Bener kak.
      Tapi Mama Clara bilang, masa itu akan kembali lagi setelah anak-anak dewasa.
      Tapi saat itu juga kakak merindukan kerempongan ngurus anak-anak lho.
      Lucu yah.😆✌

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *