The Falcon Saga

Rasa Yang Dirasa

Rasa Yang Dirasakan

 

 

 

MasyaAlloh, tidak terasa sudah 30 hari berlalu. Rasanya senang sekali bisa join di program 30 Hari Menulis Cerita atau disingkat 30HMC yang diadakan oleh KUBBU. Program ini mewajibkan saya untuk menulis cerita dengan tema-tema yang sudah ditentukan oleh panitia. Alhamdulillah temanya tidak terlalu berat (sempat kesulitan tapi Alhamdulillah bisa diselesaikan) dan kami para peserta dibebaskan untuk menulis dari sudut pandang masing-masing.

Awal ikutan program ini adalah untuk memcari rasa “dipaksa” menulis. Sebelumnya memang saya sudah punya blog, tapi memang jarang banget saya isi dengan tulisan. Kemudian saya pikir, saya memiliki kuota tambahan hosting dan juga domain TLD murah yang sudah saya registrasikan 2 bulan sebelumnya yang sayang banget kalau tidak dimanfaatkan. Akhirnya saya memberanikan diri mendaftar program ini dan kemudian men-design theme blog sesuai keinginan saya.  Alhasil, jadilah blog ini 1 hari sebelum mulai menulis.

Tema yang diberikan memang tidak sulit, tetapi saya mendapati kesulitan untuk mencari ide apa yang ingin saya ceritan sesuai tema yang diberikan dengan jumlah minimal kata yang juga ditentukan. Awalnya ragu, bisa tidak saya menulis 250 kata. Tapi setelah dijalankan, malah ada tulisan saya yang lebih dari 1000 kata. Wkwkwkw Curhat nek.

Tidak hanya itu, pernah suatu hari saya merasa lelah dan ingin menyerah dalam setor tulisan. Tapi saya pikir lagi, nanti ini akan menjadi kebiasaan buruk. Tapi akhirnya saya urungkan. Yah walaupun ada beberapa yang belum selesai sudah saya setorkan dan saya lanjutkan dihari berikutnya, tetapi saya mampu untuk setor tulisan tiap hari.😆✌

Oh iyah ada 1 tema yang membuat saya kepikiran banget. Yaitu tema ke-28 Mari berpuisi. MasyaAlloh, saya memang belajar sastra. Tapi saya paling tidak bisa membuat puisi. Saat menerima tantangan tersebut, saya hampir menabrak orang saat dijalan pulang selesai cari sarapan. Sesudah itu, sesiangan bertemu teman-teman, saya ngocehhhhh terus ke mereka. Saya cerita ke mereka kalau saya sedang mendapat tantangan menulis puisi. Ada yang menyarankan untuk menyontek tulisan, ada yang dengan sabar meladeni saya, ya pokoknya menguras energi kesabaran saat itu. Hahaha lebay yah? Tapi memang seperti itulah kejadiannya.

Singkatnya, puisi sudah saya selesaikan. Tapi rasa kesal yang ditahan karena ketidak mampuan saya dalam menulis puisi, membuat mood saya buruk sampe hari berikutnya. Haha parah yah? Malam hari setelah setor puisi, saya diajak makan malam oleh teman-teman tapi saya menolak dengan alasan yang nggak jelas dan pasti membuat kesal teman lainnya. Beruntungnya, mereka sudah mengenal saya dengan baik dan akhirnya saya ditanya apa mau saya. Saya bilang saya mau jalan-jalan terus makan seblak pinggir jalan. Merekapun mengiyakan dan kami mulai menyusuri jalan kota dan pinggir kota. Tapi yang kami temukan adalah tukang seblak yang tidak menyediakan tempat makan. Dan itu menambah kekesalan saya. Wkwkwk maaf yah guys. Tapi sumpah kalian baik banget meladeni saya. Love you so very much.

MasyaAlloh, seluar biasa itu kesan yang saya rasakan saat menyelesaikan tantangan ini. Bakalan kangen banget diuprak-uprak untuk setor tulisan dan saling membaca tulisan dari setiap peserta. Kedepannya, saya berharap saya memiliki kesadaran sendiri untuk menulis blog yang bermanfaat untuk diri sendiri dan juga orang banyak tanpa ada rasa paksaan.

Hmm.. I have missed this moment walaupun belum ada penutupan berakhirnya program ini. Sampai ketemu di lain kesempatan yah kawan-kawan 30HMC. ❤❤❤

1 thought on “Rasa Yang Dirasakan”

  1. Wow, tak kusangka efek dari tema 30hmc seluar biasa itu.😅😅
    Anyway selamat ya Clara karena berhasil melewati tantangan ini. Salah satu peserta yg kalo bikin cerita ternyata lumayan panjang, tapi sangat menarik untuk dibaca sampai habis.👏🏼👏🏼👏🏼

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *