The Falcon Saga

Pesan Di Balik Film Lovely Man

Apa kalian sudah nonton “Lovely Man”? Film rilisan tahun 2011 ni merupakan salah satu film terbaik Indonesia loh, guys. Saya sendiri baru menonton film ini di tahun 2020. Selama WFH season 1 kemarin, saya penasaran dengan film-film indonesia terbaik yang belum pernah saya tonton. Hasil pencarian saya di search engine; Google;  menemukan judul film ini, Lovely Man. Saya terpukau dengan covernya yang menunjukan banyaknya penghargaan yang disabet oleh film ini. Tak hanya itu, gambaran seorang gadis cantik bersandar kepada seorang transgender sangat amat menarik perhatian saya. Awalnya saya mengira kalau gadis tersebut jatuh cinta dengan transgender yang ada di cover. Tetapi bukan itu yang ditawarkan oleh film ini.

Ceritanya menarik sekali. Kisahnya dimulai saat hari sudah malam. Ditunjukan seorang mengenakan dress merah yang membawa high heels hitamnya dan juga rambut palsunya. Ternyata orang tersebut adalah seorang pria. Tampak di wajahnya banyak bekas luka, keadaan tersebut membuat saya menyimpulkan kalau pria tersebut adalah transgender yang baru saja berkelahi. Pria tersebut kemudian mandi.

Di lain scene, menunjukan seorang gadis muslimah sedang melakukan perjalanan  menggunakan kereta. Dia pergi menuju Jakarta untuk mencari ayahnya. Saya kira gadis ini lumayan nekad juga. Karena hanya berbekal alamat yang ia miliki; tanpa tau apakah alamat itu benar-benar ada; ia berani memulai petualangannya menemukan sang ayah. Sesampainya di Jakarta, terlihat banget kalau itu adalah kali pertamanya mengunjungi ibu kota. Si gadis tampak terpukau dengan gedung-gedung pencakar langit dan semua aktifitas yang ia temukan. Setelah ia menerima telpon dari sang ibu yang mana ia mengabarkan keadaanya baik-baik saja, barulah saya tahu kalau gadis tersebut bernama Cahaya.

Adegan kembali ke pria yang sebelumnya tengah mandi. Di dalam kamarnya ia membuka lemari dan mengambil kaleng susu yang berisikan begitu banyak uang. Kemudian scene berpindah lagi ke Cahaya. Dia menanyakan dimana alamat yang dia bawa itu. Akhirnya ia pun sampai di alamat yang ia cari. Sesampainya di depan pintu alamat tersebut, dia dikagetkan oleh seorang ibu-ibu berbadan besar yang mengatakan kalau penghuni rumah yang Cahaya kunjungi itu sudah berangkat “kerja”. Kemudian ibu itu bertanya siapa Cahaya. Cahaya menjawab kalau dia adalah anak penghuni rumah tersebut. Sang ibu kaget dan mengatakan “Ipuy bisa juga yah punya anak.” dan dilanjutkan dengan kekehan kecil. Ibu itu kemudian memberi tahu Cahaya dimana Ipuy biasa bekerja.

Scene berpindah lagi, dimana pria di awal film sedang menggunakan wig, full make up, dan dress berwarna merah yang mana kita tahu kalau ia telah berubah menjadi transgender. Tampak seorang berkumis sedang memuji kehebatan transgender tersebut sambil menyelipkan beberapa lembar uang di dada transgender ini kemudian memintanya pergi. Tak lama setelah itu, terlintas sebuah mobil di kendarai seorang pria marah yang menanyakan keberadaan Ipuy kepada transgender ber-dress putih hitam. Sang transgender tersebut mengatakan kalau Ipuy sudah tidak lagi bekerja disitu. Kemudian pria itu berpesan “Bilangin yah sama Ipuy! Kalau B4nci, b4nci ajah. Jangan ngerampok juga. Nggak pantes, tau nggak!”. Selesai berpesan, mobilpun pergi.

Sesampainya Cahaya di lokasi yang diarahkan Si Ibu berbadan besar, ia bertemu seorang transgender yang mengenakan dress hitam putih. Cahaya menanyakan dimana sang ayah yang bernama Saiful. Transgender itu mengaku tidak mengenal siapa Saiful. Kemudian Cahaya mengganti kata Saiful menjadi Ipuy, dan barulah transgender tersebut menunjukan dimana Ipuy. Cahaya berusaha mendekati seseorang yang ditunjukan transgender tadi. Saat mengetahui orang ia cari ternyata adalah seorang transgender, Cahaya pun berbalik arah dan berlari. Disini menunjukan kalau Cahaya kaget dan terpukul mengetahui jika sang ayah adalah seorang transgender.

Ipuy menanyakan kepada temannya siapa wanita yang berlari tersebut. Ia penasaran karena wanita berhijab itu mencarinya dengan sebutan Pak Saiful. Tetapi temannya mengatakan tidak tahu. Karena penasaran, Ipuy pun berlari mengejar wanita berhijab itu, yang tak lain adalah Cahaya. Sumpah di adegan ini, saya membayangkan ketakutan Cahaya yang di kejar-kejar b3ncong sambil diteriaki “Hey Perempuan!”. Adegan ini pun membuat saya tertawa. (Sorry)

Cahaya yang menangis ditanya lagi dengan nada khas laki-laki yang menambah ketakutan untuk Cahaya. Tak menjawab pertanyaanya, sang transgender pun bertanya kembali “Eh denger ya Lo kuntilan4k, gua tanya sekali lagi siapa Lo?”. Cahaya pun menjawab sambil menangis, “Cahaya.”. Ipuy kaget dan langsung menanyakan Cahaya ke sini sama siapa, naik apa dan dimana ibunya. Cahaya pun menjelaskan kalau ia ke Jakarta sendiri, naik kereta dan ia menjelaskan jika walnya ibu Cahaya tidak tau kalau ia pergi ke Jakarta untuk mencari ayahnya. Kemudian Cahaya mengambil barang di dalam tasnya yang mana sebuah korek api matic yang ia beli di warung saat menanyakan alamat. Dengan sigap, Ipuy pun mengambil korek tersebut. Stelah itu, tiba-tiba saja Cahaya mual dan mengeluarkan isi perutnya. Cahaya menjelaskan kalau ia masuk angin dan belum makan malam. Ipuy pun membalas penjelasan Cahaya, “Makanya kalau makan tuh makan nasi, bukan makan angin!” Kalimat yang dilontarkan Ipuy membuat saya tertawa.

Ipuy kemudian mengajak Cahaya makan di sebuah rumah makan. Disana, Ipuy menanyakan kenapa Cahaya ke sini. Cahaya menjelaskan kalau ia ingin bertemu ayahnya untuk sekali ini saja. kemudian Ipuy bertanya apakah Cahaya malu duduk dengan dia menggunakan bahasa santai. Cahanya menjawak tidak. Kemudian Ipuy berkata, “Pasti karyawan pada heran, b4nci duduk sama anak kecil berjilbab pula.” Kemudian Cahaya menuju kamar mandi dan melepas hijabnya. Ia keluar dan bertanya, “kalau sekarang bagaimana?” sambil tersenyum.

Suasana menjadi sedikit cair dan Ipuy menanyakan sudah kelas berapa Cahaya. Cahaya menjawab dengan gembira kalau ia sudah lulus SMA dan sedang menunggu untuk kuliah, tapi belum ada biaya. Mendengar kata “Biaya” membuat Ipuy marah dan menuduh Cahaya datang untuk meminta uang. Tetapi Cahaya mengatakan kalau itu tidak benar. Ia datang karena murni ingin bertemu ayahnya.

Di depan rumah makan, Ipuy memberikan uang ongkos pulang untuk Cahaya dan berjanji akan terus mengirimkan uang kepada Cahaya dan Ibunya setiap bulannya seperti biasa. Kemudian Ipuy melanjutkan “kerjanya”. Saat sedang bekerja, ia melihat mobil yang sedang mencarinya. Ia pun berlari menghindar. Saat ia berlari, ia melihat Cahaya sedang termenung memandang sekitar dari pinggir jembatan. Cahaya yang mengira kalau Ipuy mengejarnya, sontak langsung memeluknya. Tidak terbiasa dengan pelukan seorang wanita, Ipuy tentunya tidak memeluk kembali Cahaya. Ia memasang wajah kaget sambil mengangkat kedua tangannya.

Ipuy mengatakan kepada Cahaya kalau ia akan menemaninya satu malam itu saja, dengan janji Cahaya tidak akan pernah menemuinya lagi. Ipuy mengajak Cahaya ke warteg dan mereka mengobrol dan bercanda. Kemudian Ipuy mengajak Cahaya ke pasar malam. Disana ia bertemu dengan seorang pria, yang mana diketahui kalau pria itu adalah pacar Ipuy. Ipuy menjelaskan kenapa ia sering menghilang serta mengatakan kalau ia telah memiliki uang 30 juta untuk opererasi plastik di Surabaya. Pria tersebut bertanya siapa gadis yang bersamanya. Ipuy menjawab kalau gadis itu adalah masa lalunya (Man! Kalau saya jadi Cahaya, pasti desih banget). Selesai mengatakan hal itu kemudian Ipuy mencium pria tersebut. Kejadian itu sontak membuat Cahaya kaget dan canggung.

Mereka kembali berjalan dan mengobrol. Cahaya bertanya apakah ayahnya tersebut sholat. Ipuy menjawab kalau dia lupa gerakan sholat dan menanyakan balik kepada Cahaya. Cahaya menjawab dengan bangga, “Ya iyalah, aku kan anak pesantren.”. Tidak terima dengan nada bangga Cahaya, Ipuy pun langsung bertanya “Sudah berapa bulan?”. Cahaya kaget dan mematung. “Sudahlah, Bapak tau kamu lagi hamil!” sambil terus berjalan. Akhirnya Cahaya bilang kalau kandungannya sudah 8 minggu (kalau ga salah). Ipuy menasehati Cahaya untuk mengatakan sendiri kepada sang Ibu dan bertanggung jawab dan tidak boleh lari dari kesalahan yang ia buat. Kemudian Cahaya bertanya beberapa hal kepada Ipuy, yang mana itu membuatnya tersinggung. Ipuy marah dan berniat pergi meninggalkan Cahaya. Cahaya menahan tangan Ipuy dan menagis sambil mengatakan “Aku lagi hamil pak! Bapak kasih tau aku alasan! Kenapa aku ga harus menggugurkan kandungan ini sedangkan bapak ajah punya anak satu ditinggalin!” Disitu Ipuy menjelaskan awal bertemu dengan ibunya Cahaya dan kemudian berpisah. Hal tersebut membuat Ipuy merasa waktu yang tepat untuk meminta maaf kepada Cahaya karena meninggalkannya. Cahaya pun memeluknya.

Merekapun melanjutkan perjalanan. Ipuy meminta Cahaya untuk membelikannya rokok di minimarket. Di depan pintu saat ingin masuk, Cahaya ditanya oleh segerombolan pria “Kok mau sih jalan sama b4nci?”. Cahaya menjawab, “Dia bapak saya!” kemudian masuk ke minimarket. Saat Cahaya masuk, Ipuy dikagetkan dengan orang yang mencarinya. Ipuy di geret ke tempat sepi dan dihajar habis-habisan. Si pria marah tersebut mengingatkan Ipuy untuk segera mengembalikan uang 30 juta yang ia curi dengan batas maksimal besok siang atau dia akan menghabisi Ipuy, dan adegan diakhiri tindakan asusila kepada Ipuy.

Hari bergati pagi, Ipuy berpakaian rapih seperti pria pada umumnya. Ia mengantarkan Cahaya ke stasiun dan disana ia memberi amplop berisikan uang yang sangat banyak. Ia berpesan kepada Cahaya, intinya apapun yang Cahaya pilih untuk hidup itu bukan masalah benar atau salah, tapi itulah jalan hidup.” Dan Ipuy pun mengingatkan Cahaya kembali akan janjinya yang tidak akan pernah mencari dan bertemu lagi dengan ayahnya. Seperti ucapan perpisahan seperti itu. Karena yang kita tahu, kalau Ipuy tidak mengembalikan uang yang ia curi, ia akan dihabisi oleh pria marah yang menghajarnya.

Kemudian film ini diakhiri dengan flashback, dimana Cahaya kecil sedang tertawa bahagia bermain dengan ayahnya.

Pesan yang saya dapatkan dari film ini adalah, tidak ada perbedaan antara setiap manusia. Secara casing kita memang terlihat berbeda. Tetapi kita tetap sama-sama manusia. Jadi tidak perlu kita merendahkan orang lain karena casingnya.

Bagaimana menurut kalian tentang film ini, menarik bukan? Film ini benar-benar recomend banget untuk dimasukan kedalam list tontonan kalian. Saya yakin, kalian akan lebih terpukau jika kalian menontonnya langsung.

 

2 thoughts on “Pesan Di Balik Film Lovely Man”

    1. Iyah yah koh, jatuhnya jadi sinopsis.
      Next time, lebih singkat.
      Supaya jadi ga spoiler.
      Maklum, keseringan baca sinopsis.
      Alhasil mengikuyi gaya bercerita sinopsis yang detail dari awal.
      🙏😊

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *