The Falcon Saga

Metamorfosis Gadis Kecil Berbaju Merah

Pulang kerumah yang telah lama ditinggalkan, rasanya seperti kembali ke masa lalu. Masa lalu yang kadang dirindukan dan kadang menolak untuk diingat. Jam menunjukan pukul 10.30 malam saat saya sampai di rumah. Mencoba membuka pintu yang hampir patah, menjadi challenge awal untuk memasuki rumah. Aroma rumah kosong memang khas, aroma debu dan shit, bau tikus. Terbesit difikiran saya, “Mampus! Gua harus beresin ini rumah!”. Melangkah masuk menuju “studio mimpi” alias kamar pribadi saya, saya dikagetkan dengan kondisi dapur; yup saya masuk rumah dari pintu samping jadi sebelum ke kamar pasti melewati dapur. “Gila!!” sambil menganga, hati saya menolak untuk menerima apa yang saya lihat. Dapur rumah saya bener-bener seperti kapal pecah lebih tepatnya seperti keadaan pesawat yang baru jatuh! SUPER BERANTAKAN!! Bener-bener kayak tikus-tikus selesai party, mabok, dan lupa clean-up. Menghela nafas, mencoba untuk legowo dengan keadaan. “Jelas berantakan kayak gini. Lebih dari satu tahun rumah ini tanpa penghuni.”

Membuka pintu studio mimpi sambil berharap tidak ada kejutan yang mencengangkan lagi. Saat pintu terbuka syukurpun saya ucapkan, Alhamdulillah, tidak berantakan. Menaikan koper kecil yang saya bawa ke atas kasur dan mendudukan diri di samping kasur. Menghela nafas karena lelah dan membuka tali heels yang saya pakai. Saat membuka tali heels, pandangan saya terarah ke foto favorite yang dipajang dimeja rias. Foto itu diambil saat saya baru kembali dari RS setelah drama kelahiran saya. Tersenyum, melihat Mama yang begitu bahagia menggendong bayi kecil di dalam foto itu.

Berpindah tempat duduk ke kursi meja rias, saya mengambil foto tersebut sambil tersenyum melihat kebahagian itu lagi sambil mengucapkan “I miss you, Mom. Thanks for bringing me to this world.”

Mengalihkan pandangan ke foto satunya dimana terdapat gadis kecil berbaju merah yang memiliki mata besar tanpa ekspresi, sebuah senyuman terukir kembali di bibir. Entah kenapa, video rekaman gadis tersebut muncul dalam kenanganan saya. Dalam rekaman tersebut, gadis itu sudah lebih besar dan dapat berjalan. Mengenakan dress biru putih sambil mengayunkan panyung kecil miliknya. Terdengar suara perekam video tersebut. Menyebut nama panggilan gadis itu dan menanyakan “Senyumnya mana nak?”. Si gadis kecil tersebut tersenyum sambil melambaikan tangannya dan kemudian berjoget-joget. Aksinya tersebut membuat si perekam tertawa terbahak-bahak. Tawanya masih saya ingat dengan jelas. Beliau yang selalu saya panggil “Papa”.

Teringat kata panggilan itu membuat saya memandang foto wisuda saya yang dipajang di atas tempat tidur. Senyum dan tawa beliau saat diminta untu berpose dalam foto tersebut masih sama dengan rekaman yang gua kenang. Teringat pesan-pesan beliau, membuat saya mengatakan “I really miss you, Daddy.”

Kembali memandang foto gadis kecil berbaju merah, kemudian menatap wanita di dalam cermin. Menyalakan lampu rias, kemudian tersenyum kepada wanita tersebut sambil mengatan,

“Gua akan selalu menjadi wanita yang bahagia. InsyaAlloh, bahagia dunia dan akhirat.”

8 thoughts on “Metamorfosis Gadis Kecil Berbaju Merah”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *