The Falcon Saga

Hari Yang Menyenangkan

 

 

Hari ini aku terbangun dari tidur lelap dengan rasa bahagia. Suhu yang sejuk sepanjang malam membuat tidurku begitu nyaman. Saking nyamannya aku merasa tak ingin bangun dari tempat tidurku. Tapi jadwal yang menyenangkan hari ini membuatku begitu bersemangat dan ingin segera bersiap-siap.

Aku menyeduh tiga sendok perasan lemon dan madu sebagai menu sarapan awal. Kemudian dilanjutkan dengan menyantap setengah alpukat matang dengan tuangan madu sebagai penambah rasa manis. Alpukat yang ku makan sangat lembut dan fresh sekali. Alpukat ini kiriman Mama dari kebun di Jogja.

Sambil menikmati kelembutan alpukat, aku memikirkan tulisan semalam, yang aku tulis untuk 30 Hari Menulis Cerita. Aku memikirkan untuk menggantinya. Menarik nafas dalam-dalam dan tak ingin memikirkan kejadian itu lagi, semuanya sudah lama terjadi. Dan sekarang aku ingin diriku bahagia selalu tanpa ada bayang-bayang masa lalu.

Selesai menyantap menu sarapan, aku bergegas mempersiapkan diri. Mandi, berdanda, dan menyemprotkan sedikit parfume favoritku di areal leher. Tak lupa aku memasukan  kado yang sudah aku siapkan 3 hari lalu ke dalam paperbag. Kado itu sengaja aku persiapkan untuk orang special yang akan kutemui hari ini.

“Meong, Meong” suara Aldo memanggil. Tapi aku sedang terburu-buru karena aku terlalu lama mandi dan Mas Gojek pun sudah datang. Saat menaiki anak tangga stasiun Palmerah dengan terburu-buru, aku tersadar kalau aku membawa 1 kantong Excel rasa tuna makanan Aldo bersamaku dan juga aku tersadar belum memberi makan kucingku. Kemudian aku bergegas naik KRL.

Aku berjalan menuju gerbong khusus wanita. Beruntung, aku bisa mendapatkan tempat duduk. Biasanya walau bukan di rush hour, aku tidak bisa mendapatkan tempat duduk saat menuju Bintaro. Aku menyandarkan punggungku ke kaca. Sudah lama sekali rasanya aku tidak menaiki KRL. Memandang keluar jendela KRL, membuatku sangat bahagia.

Butuh sekitar 15-17 menitan untuk sampai di Stasiun Sudimara. Sesampainya aku di stasiun, aku langsung memesan Gojek untuk mengantarku melanjutkan perjalanan. Aku diminta menunggu di depan pasar Jombang. Saat menunggu, aku menyempatkan diri untuk membeli buah jeruk medan kesukaan orang special yang akan ku temui hari ini. Saat menyambangangi salah satu lapak, aku merasa mual dengan apa yang ku lihat. Aku melihat sang penjual sedang mengaduk nasi dalam piring yang dipenuhi indomie.

Selesai membeli jeruk, Gojek yang menjemputku tiba. Akupun diantar ketujuan. Sesampainya ditujuan, aku melihat orang yang special telah menungguku di depan rumahnya. Sontak aku langsung memanggil namanya. “Aaaa Reza.”. Iapun tersenyum kegirangan.

Turun dari Gojek aku langsung ingin mengendongnya sambil berkata, “Sini sayang, YangDa (Eyang Muda) gendong.”. Tapi aku dihalau oleh Mba pengasuh yang memintaku untuk mandi terlebih dahulu dan mengganti pakaian.

Selesai mandi dan mengganti pakaian, aku langsung menuju kamar Reza cucu kesayanganku. Aku meminta Mba Pengasuh untuk mengerjakan hal lain karena aku dan Reza akan bermain bersenang-senang. Aku membacakan buku dengan judul “E is for Eiffel Tower: A France Alphabet by Helen L. Wilbur.”

Aku menunjuk gambar menara Eiffel yang terpajang di kamar Reza saat mengeja kata Eiffel. Aku berkata kepada Reza, “Nanti Reza ajak YangDa ke Paris naik pesawat yah.” Dan aku mengendong Reza denga posisi seolah-olah Reza adalah pesawat terbang. Aku mengendongnya kesana kemari sambil membayangkan pemandangan nun jauh disana, menara Eiffel berdiri tegak dengan keindahan malamnya dan Rezapun tertawa kegirangan. Sayangnya bayangan indah itu pudar karena suara bising di luar jendela. Saat aku check, aku menyadari bahwa token listrik sudah habis.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *