The Falcon Saga

Apa Yang Kamu Harapkan?

 

Rasa bahagiaku muncul saat duduk dipinggir kolam sambil memandangi bunga teratai yang bergoyang perlahan karena ditiup angin. Suara seruan bebek yang kegirangan bermain di kolam, membuatku tersenyum. Udara sejuk disore hari seperti ini dan di tempat ini, benar-benar aku rindukan.

Menoleh kearah kiri, aku melihat seorang wanita dengan rambut panjang lurus terurai, mengenakan sweater hitam, skinnie jeans, ankle booths, dan menjinjing totte bag favoritnya. Aku mengenalnya. Sangat mengenalnya. Dia salah satu wanita yang aku harap, aku bisa seperti dia (tinggi langsing). Caranya berjalan, selalu membuatku kagum. Kadang, itu terlihat anggung dan kadang terlihat cool. Saat ini aku sedang melihatnya sebagai nilai cool.

Semakin dekat semakin terlihat wajah kesalnya. Aku tersenyum dan melambaikan tangan kananku ke arahnya. Iapun membalasnya. Ia duduk di sebelahku, memandang kolam sejenak kemudian memandangku dengan kesal.

“Kenapa harus disini sih? Tempat lainkan banyak!!” Tanyanya kesal.

Aku tersenyum mendengar kekesalannya berkata, “Lu yakin jie, kesel karena gua minta ketemuan ditempat ini?”

Menghela nafas kemudian dengan lesu ia bercerita, “Nyokapnya Indra nggak suka sama gua. Padahal gua udah coba buat nurutin maunya dia.”

Mengalihkan pandangan dari wajahnya, akupun bertanya “Apa sih jie, yang Lu harapkan dari hubungan ini?”

“Ra, Lu tau khan? Gw sayang banget sama Indra. Gw pengen banget Indra jadi suami Gw.” Jelasnya dengan nada ngotot.

Jie, Lu sadarkan perbedaan Lu sama Indra tuh besar banget?”

“Iyah Gw tau. Tapi apa pantes karena perbedaan agama ini, Gw dapet perlakuan yang nggak menyenangkan dari nyokapnya?” Jawabnya dengan nada yg lebih ngotot.

“Iyah Gua paham. Nyokapnya Indra bersikap seperti itu mungkin sengaja untuk ngebuat Lu nggak nyaman supaya akhirnya Lu mundur ngelepasin Indra, Jie.”

Esther pun menangis, “Kenapa harus gini banget sih Ra cerita Gw? Gw sayang banget sama Indra. Indra juga sayang banget sama Gw. Tapi untuk pindah keyakinan itu berat banget.”

“Jangan Jie. Kalau Lu masuk ke agama Indra, Lu ngecewain Mami Papi yang udah ngebesarin and ngerawat Lu dari baby. Dan sebaliknya, kalau Indra yang masuk ke agama Lu, dia bakalan ngecewain banget Ayah Ibunya.”

“Gw bingung Ra, apa yang harus Gw lakuin. Rasanya pengen banget Gw kabur terus nikah beda agama.”

“Seharusnya dari awal tuh, kalian nggak menjalin hubungan ini. Karena kalian sendiri sudah bisa membayangkan kalau hubungan ini nggak akan ada harapannya. Nggak akan ada ujungnya.”

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *