The Falcon Saga

5 Hal Yang Membuat Saya Bahagia

Apa sih yang membuat kalian bahagia?

Kenapa sih orang dengan melakukan hal yang menurut kita sepele saja bisa merasa bahagia?

Yup, itu karena rasa bahagia itu relative. Tergantung dari setiap individunya. Bener nggak Falcons? Bener dong!

Nah disini saya mau menceritan 5 hal yang bisa membuat diri saya bahagia.

1. Senyuman Keluarga

Terdengar klasik, tapi memang benar. Saya merasa selalu bahagia saat melihat senyuman keluarga saya. Terutama Senyuman Mama, satu-satunya parent yang saya miliki. Kalian merasakan nggak sih? Saat melihat Mama atau orang tua kita tersenyum, rasa bahagia kita itu benar-benar bertambah. Saya pribadi, walaupun sesibuk dan sepenat apaupun aktifitas seharian. Saya selalu menyempatkan diri untuk Video Call Mama. Selain silaturahmi, itu juga menjadi salah satu aktifitas favorite untuk menambah mood booster dan juga merelaksasikan diri. Sering banget saat pikiran saya sedang buntu, saya  VC Mama dan tiba-tiba dapet ide. Ide tersebut langsung saya konsultasikan ke Mama. Kalau dari sudut pandang Mama OK, sayapun langsung mengeksekusi ide tersebut. Tapi kalau Mama nggak OK, biasanya saya tetep melakukannya tapi sebagai split research yang mana saya penasaran dengan hasil akhirnya. Hahaha

2. Kebahagian Teman

Saya seneng banget lihat teman – teman saya bahagia. Walaupun orang-orang di sekitar temen saya menentang kebahagian itu. Papa selalu mengingatkan saya untuk menjadi pendudukung teman-teman. Apapun keputusan mereka, hargai dan dukung. Kalau saya tidak sependapat, Papa selalu menyarankan untuk memberikan gambaran terburuknya. Masalah mereka memilih mengikuti saran ataupun gambaran yang saya paparkan, itu pilihan mereka.

Kalian pernah merasakan saat kalian membutuhkan orang lain untuk meceritakan pilihan kalian, tapi mereka selalu menentang kalian. Apa yang kalian rasakan? Rasa tidak perca diri dan juga sedih bukan? Menurut Papa, dua hal tersebeut bisa membahayakan diri orang tersebut. Dia akan menghindari kita karena tidak mendukungnya. Kalian pasti pernah merasa bingung kenapa temen kita menghidari kita tanpa tahu kesalahan kita apa? Pusing kan kalau udah begitu? Jika kalian bertanya dan mengintimidasinya, dia akan lebih jauh menghindari kita. Padahal pertemanan kita sudah dimulai dari kecil atau pertemanan kita sangat baik sekali sebelumnya.

Nah untuk menghindari hal itu terjadi, apa salahnya kita mendukungnya. Jika hal buruk yang pernah kita jabarkan ternyata kejadian, kita juga tetap disisinya dan memberikan dukungan dan membantu semampu kita untuk mengeluarkan teman kita dari masalahnya.

Maka dari itu, InsyaAlloh saya akan selalu mendukung teman-teman saya dan melihat mereka bahagia. Karena itu kebahagian saya juga.

3. Liburan Panjang

Siapa disini yang nggak suka liburan panjang? Sini main bareng dengan saya dan menikmati liburan dengan seru. Liburan panjang itu seperti reward tersendiri bagi saya setelah semua aktifitas yang saya lakukan selama rentang beberapa waktu. Saya bermimpi, saya bisa liburan panjang tanpa khawatir kehabisan uang. Alhamdulillah banyak teman-teman saya yang sudah di posisi tersebut. InsyaAlloh, saya akan menyusul segera. Aamiin.

Liburan panjang itu nggak cuma saya nikmatin  dengan sia-sia. Biasanya saya ambil liburan panjang untuk berkunjung ke rumah Simbah di Wates. Disana saya bisa melepas lelah dengan belajar berternak burung puyuh, memancing di waduk, menelusuri hutan, mencari jeruk liar, menembak tupai, dan juga berenang di waduk. Menyenangkan bukan?

4. Waktu Luang Sebelum Tidur

Biasanya waktu luang sebelum tidur itu saya gunakan untuk membaca buku-buku yang saya suka atau membaca artikel dalam bahasa Inggris untuk memperdalam Vocabullary. Adapun buku yang suka saya baca adalah buku-buku motivasi, buku marketing ringan, novel, dan  cerita sukses orang-orang yang memulai semuanya dari bawah.

Saya sangat suka belajar, tapi saya merasa nggak pinter-pinter. Hahaha

5. Berbicara Dengan Anak-Anak 

Terdengar aneh dan sepele ya? Tapi sumpah, berbicara dengan anak-anak itu hal yang menyenangkan. Dulu saya termasuk anak yang tidak suka anak-anak. Maklum terbiasa menjadi anak tunggal terlalu lama. Begitu punya Baby Brother bawaanya marah-marah mulu, kayak emak-emak yang kehilangan Tupperware.

Tapi itu berubah, sejak Papa membelikan buku Totochan. Papa minta saya baca bagian kepala sekolah Totochan mendengarkan dan memperlakukan anak-anak. Papa mengajarkan anak-anak seumuran adik gua waktu itu adalah anak-anak yang menyenangkan jika diajak bicara. Perkataanya jujur dan menyenangkan. Nah dari situ saya mulai mempraktekan dan  suka dengan aktifitas mengobrol dengan anak-anak.

Papa juga berpesan untuk tidak membedakan anak-anak kecil dari penampilannya. Walaupun sebagian anak-anak terlihat kumal, mereka tetap anak-anak yang menyenagkan untuk diajak mengobrol.

Sekarang-sekarang ini saya merasa kangen waktu-waktu yang saya lewati untuk mengobrol dengan adik saya satu-satunya, Mika. Dia sudah dewasa sekarang. Dan terkadang sulit diajak mengobrol via VC karena sibuknya Mika bekerja. Minggu lalu, saya bilang sama Mama “Ma, mau punya adik lagi dong?”.

Mama menanggapinya dengan tertawa lepas dan membalas “Ngacok ah, masak minta Adik? Yang ada Mama minta cucu.” Hahaha

Nah itu semua adalah hal yang membuat saya bahagia. Kalau kalian bagaimana? Apa yang membuat kalian bahagia?

 

7 thoughts on “5 Hal Yang Membuat Saya Bahagia”

  1. Samaan kita, ngajak ngobrol anak-anak itu moodbooster banget sih. Suka ada hal-hal aneh bin ajaib yang bikin aku ngehealing perasaan sendiri waktu main bareng anak-anak. Makanya aku suka banget anak-anak. Langsung bahagia aja ngelihatnya.

    1. Iyah bener banget kak...
      Kalau jalan kemana, terus nemu anak kecil tuh pasti Clara ajak ngobrol...
      Ada yang responnya spontan, ada yang jutek, ada yang galak mau mukul, ada yang malu-malu...
      Tapi Clara seneng ajah ngajak ngobrolnya...
      hahaha

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *